Selasa, 18 Januari 2011

Nyamannya Tinggal di Tengah Kota

Gambaran ruwetnya sebuah kota pun kini sirna. Inilah kenyamanan yang nyata tinggal di jantung kota. Sedikit melangkahkan kaki, semua ada di depan mata.

Salah satu keinginan yang selalu didamba seseorang akan sebuah hunian adalah kenyamanan. Rasa nyaman ini datang dari beberapa faktor, di antaranya yang strategis, fasilitas lengkap, dan keamanan yang terjamin. Konsep inilah yang ditawarkan oleh apartemen.

Mudah Diakses - Hemat Waktu, Biaya dan Tenaga
Berada di tengah kota, apartemen menawarkan kemudahan transportasi bagi setiap penghuninya. Dekat jalan raya, angkutan umum yang mudah, akses jalan tol ditambah kehadiran busway, serta adanya rencana monorail adalah bukti matangnya sebuah perencanaan konsep hunian yang nyaman. Demikian juga adanya kelengkapan berupa pusat perbelanjaan, hypermarket ataupun mini market membantu penghuni lebih cepat mencari segala kebutuhan yang dicarinya ketika melangkahkan kaki keluar dari area apartemen.

View City dan Pool - Keindahan Kota yang memberi Kenyamanan
Banguna apartemen bergaya modern minimalis ini memungkinkan penghuni menikmati keindahan dan gemerlapnya kota di malam hari. Sedang di siang hari, kesegaran pool di area apartemen menjadi pemandangan indah yang sanggup menyejukkan jiwa dari kepenatan beraktifitas di tengah kota.

Lay Out Optimal - Tata Ruang yang Nyaman dan Optimal
Keterbatasan ruang tak harus dipandang sebagai penghambat terciptanya sebuah kenyamanan. Walaupun dengan luasan yang terbatas, seluruh ruangan yang dibutuhkan terpenuhi. Dengan desain interior yang tepat dan penggunaan dan pemilihan perabotan yang tepat, maka luas apartemen yang minimal bisa terasa lebih maksimal. Dengan perencanaan lay out yang matang, cahaya dan view keindahan kota dapat dinikmati.

Failitas Lengkap - Terciptanya Hunian yang Mandiri
Beragam fasilitas dan sarana infrastruktur begitu mudah di dapatkan di apartemen, ATM, food court, beauty salon, swimming pool, laundry, mini market, musholla / tempat ibadah, parkir dan dekat pusat perbelanjaan adalah saran dan prasarana yang dapat dinikmati oleh penghuni dengan jaminan keamanan 24 jam.

Minggu, 16 Januari 2011

Tips Etika Tinggal di Apartemen

Berikut ini adalah tips-tips etika untuk tinggal di apartemen :
  1. Tidak menggunakan apartemen sebagai kantor atau fungsi komersial yang sifatnya bisa mengganggu kepentingan penghuni lainnya.
  2. Menjaga kebersihan tempat tinggal maupun fasilitas umum.
  3. Tidak membawa benda milik bersama untuk kepentingan pribadi.
  4. Memiliki toleransi tinggi agar tidak mengganggu ketenangan penghuni lain.
  5. Mengatur volume bicara, televisi, atau musik agar tidak mengganggu tetangga.
  6. Menghindari masakan dengan aroma tajam (ikan asin, terasi, petai).
  7. Meminta izin pengelola apartemen bila ingin memelihara binatang. 
<<Back

Tips Nyaman Tinggal di Apartemen

Tinggal di rumah vertikal (bertingkat banyak) memang merupakan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Banyak aturan dan kebiasaan yang sangat berbeda dengan ketika tinggal di rumah biasa

Jangan Membawa Semua Perabot
Ukuran ruangan di apartemen biasanya sangat terbatas. Maka bentuk dan ukuran perabotan harus dipilih yang betul-betul efisien.

Sering kali orang memboyong segala macam benda yang selama ini digunakan di rumah biasa. Itu disebabkan mereka belum terbiasa memiliki pola pikir efisien untuk tingal di apartemen. Akibatnya ketika ruangan sudah tidak dapat menampung, biasanya salah satu kamar dikorbankan menjadi gudang.

Bergaya Hidup Praktis 
Tinggal di apartemen mestinya juga sudah mengadopsi gaya hidup yang serba praktis. Salah satunya memiliki mesin cuci yang dilengkapi pengering sehingga tidak perlu lagi menjemur pakaian di balkon. Pakaian yang tergantung di balkon sangat tidak sedap dipandang mata. Alternatif lain adalah menggunakan jasa laundry. Sekarang ini banyak sekali di apartemen yang menyediakan jasa laundry kiloan yang cukup hemat, sehingga cukup praktis tidak perlu mencuci, menjemur, dan menyetrika pakaian, kita tinggal terima beres pakaian pun sudah rapi.

Siasati Kehadiran PRT
Budaya masyarakat kita yang sulit hidup tanpa pembantu juga menjadi masalah ketika tinggal di apartemen. Meski ruangan sangat terbatas, tetap ada harus ada kamar pembantu. Untuk menyiasati hal ini, sekarang ada perusahaan yang memberikan jasa penyediaan pembantu khusus untuk apartemen. Mereka melatih para pembantu tersebut secara khusus untuk apartemen. Mereka melatih para pembantu tersebut secara khusus dengan kontrak bulanan, bahkan tahunan. Mereka ditampung di asrama khusus pula sehingga tidak harus menginap di apartemen.

Biasakan Tinggal di Tempat Sempit
Yang lebih ekstrim lagi, ada pembeli yang memborong semua unit yang ada di satu lantai sehingga ia memiliki kelegaan dan privasi sendiri. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat kita belum terbiasa tinggal di tempat sempit. Mereka ingin tinggal di tengah kota, tetapi juga ingin mendapatkan ruangan yang luas. Pemikiran ini bertentangan dengan konsep apartemen. Memang perlu waktu untuk mengubah budaya ini. Tapi terlepas dari itu, memang ada orang yang membeli beberapa unit apartemen sekaligus, yang ditujukan untuk investasi dengan cara menyewakan apartemen ataupun dijual kembali di kemudian hari.

<<Back

Sabtu, 15 Januari 2011

Aturan Main Tinggal di Apartemen

Banyak hal perlu dipersiapkan untuk tinggal di apartemen. Apalagi bagi yang terbiasa tinggal di rumah biasa (landed house). Ketika tinggal di rumah biasa, mungkin kita jarang bertegur sapa dengan tetangga sebelah karena kesibukan masing-masing. Bahkan, mungkin juga kita tidak saling mengenal walau sudah tinggal bertahun-tahun.

Tinggal di apartemen membutuhkan sosialisasi yang baik, mengingat unit apartemen kita bersinggungan langsung dengan unit di sebelah, di atas, dan di bawah. Setiap hari kita akan bertemu dengan tetangga, minimal di dalam lift atau ketika menggunakan fasilitas bersama.

Begitu pun ketika tetangga kita membuat suara gaduh atau melakukan aktifitas fisik yang menimbulkan getaran di dalam unitnya, maka seluruh tetangga di sekitarnya akan secara langsung merasakan dampaknya. Jadi tinggal di apartemen menuntut persiapan mental agar bertoleransi dengan tetangga.

Selain persiapan mental, kita perlu pula memahami berbagai ketentuan dan aturan main seperti yang diuraikan berikut ini.

Perhimpunan Penghuni (PP)

PP adalah badan hukum yang bertugas mengurus berbagai kepentingan bersama antara pemilik dan penghuni apartemen. PP merupakan wakil dari para penghuni sehingga fungsinya mirip dengan RT/RW.
Tugas PP antara lain :
  1. Mengesahkan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disusun oleh pengurus dalam Rapat Umum PP  
  2. Menyelenggarakan tugas-tugas administrasi kepenghunian dan pembukuan  
  3. Menunjuk atau membentuk dan mengawasi Badan Pengelola dalam pengelolaan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama 
  4.  Mewakili para penghuni terhadap pihak luar, termasuk pemerintah, berkenaan dengan pembayaran PBB, asuransi kebakaran, dan lain-lain  
  5. Menetapkan dan melaksanakan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh penghuni 
PP ini terbentuk, pengembang bertindak sebagai pengurus PP sementara. Masa kepengurusan sementara ini biasanya dilakukan sejak bangunan selesai, selama 3 bulan sampai 1 tahun, sesuai dengan Pasal 67 Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 1988.

Anggota PP

Yang menjadi anggota PP adalah :
  1. Pemilik unit 
  2. Pemakai unit
  3. Penyewa unit
  4. Penyewa beli unit (untuk unit yang disewa beli)
Setiap pemilik unit apartemen memiliki satu suara. Suara ini digunakan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan berkepentingan kepenghunian, misalnya dalam hal tata tertib.

Dalam hal yang berkaitan dengan kepemilikan dan pengelolaan apartemen, hak suara pemilik diperhitungkan sesuai dengan Nilai Perbandingan Proporsional (NPP).

Badan Pengelola

Badan pengelola adalah suatu perusahaan yang profesional, yang bertugas mengelola seluruh bagian dan benda bersama di dalam kompleks gedung apartemen. Badan pengelola ini ditentukan dan dipilih oleh PP.

Apabila dinilai mampu, PP dapat jga melakukan sendiri pengelolaan dengan membentuk tim yang cukup.
Tugas badan pengelola, berdasarkan PP No. 4/1988 Pasal 68, meliputi
  • Memeriksa dan memelihara kebersihan gedung dan lingkungannya
  • Melakukan perbaikan gedung dan lingkungannya
  • Mengawasi ketertiban dan keamanan penghuni
  • Mengawasi penggunaan bagian, benda, dan tanah bersama sesuai dengan peruntukannya
  • Secara berkala memberikan laporan kepada PP disertai usulan pemecahan masalah
Service Charge

Istilah service charge pada umumnya diartikan sebagai iuran pengelolaan. Sebagaimana layaknya, biaya pemeliharaan atas bagian, benda, dan tanah bersama ditangung bersama oleh para penghuni dengan membayar iuran pengelolaan. Besarnya iuran tersebut dihitung oleh pengelola. Setelah disetujui oleh PP, besarnya iuran akan ditentukan secara proporsional. Umumnya dikaitkan dengan luas unit apartemen / sarusun.

Contoh :
Biaya service charge : Rp. 8.000/m2/bulan
Luas unit apartemen : 100 m2
Biaya per unit apartemen = 100 X 8.000 = Rp. 800.000/bulan

Untuk kenyamanan penghuni, biaya pemakaian listrik, air dapat dibayarkan secara kolektif kepada pengelola, tentunya dengan ditambah biaya administrasi.

Sinking Fund

Sinking fund atau dana cadangan adalah biaya yang ditarik oleh pengelola sebagai tabungan untuk kepentingan besama. Dana ini akan digunakan untuk menutupi biaya-biaya yang timbul di kemudian hari, misalnya biaya perbaikan gedung (renovasi) dan penambahan fasilitas. Cara menghitung biaya ini sama dengan cara menghitung service charge, yaitu luas biaya per m2 dikalikan luas unit apartemen.

Diperlukan kesadaran seluruh pemilik  atau penghuni apartemen untuk membayar iuran pengelolaan dan dana cadangan tepat pada waktunya agar peralatan dapat terawat dengan baik. Apabila pengelola mengajukan kenaikan tarif, perlu dipelajari secara seksama untuk menyetujui atau menolaknya karena akan terkait dengan investasi bangunan jangka panjang.

Yang perlu dihindari adalh adanya konflik kepentingan (conflict of interest) di dalam tubuh PP. Jangan sampai kepentingan bersama dikalhkan oleh kepentingan pribadi atau golongan.

Prosedur Renovasi

Melakukan renovasi di dalam gedung bertingkat sangat berbeda dengan di rumah biasa. Terlebih lagi apabila unit-unit apartemen di sekeliling kita telah dihuni. Perlu perhatian yang ekstra ketat, mulai dari pengangkutan material dari luar ke dalam unit sampai dengan pengerjaannya.

Pengangkutan material ke dalam unit apartemen harus melalui lift khusus barang, tidak boleh menggunakan lift penumpang, dengan alasan kenyamanan dan keamanan. Material tertentu seperti pasir dan batu perlu dimasukkan ke karung sebelum diangkut untuk menjaga kebersihan.

Sebelum melakukan renovasi, pemilik / penghuni unit melaporkannya terlebih dahulu kepada pengelola gedung. Beberapa hal yang umumnya perlu diperhatikan adalah :
  1. Mengajukan permohonan renovasi
  2. Mengisi formulir permohonan renovasi
  3. Mengajukan desain lengkap dan spesifikasi material / bahan yang digunakan
  4. Pemeriksaan desain, material, dan kontraktor yang diajukan pemilik / penghuni oleh koordinator renovasi.
Tempat Pembuangan Sampah

Sampah dari setiap unit umumnya ditampung di suatu tempat di stiap lantai yang disebut bin center. Pada waktu-waktu yang telah ditentukan, sampah tersebut diangkut ke tempat pembuangan gedung (garbage room) sebelum diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Biaya pembuangan sampah ini telah termasuk dalam biaya service charge.

Biaya Parkir Gedung

Setiap pemilik / penghuni apartemen diberi hak untuk menggunakan tempat parkir. Jumlah unit parkir (lot parkir) yang diberikan bergantung pada ketentuan pengelola dan bergantung pula pada jumlah total tempat parkir yang tersedia. Pada umumnya, setiap unit diberikan jatah satu tempat parkir, kecuali untuk unit khusus (penthouse) diberikan lebih dari satu. Apabila memerlukan tempat parkir tambahan, pemilik / penghuni dapat menyewanya secara bulanan.

Setiap pemilik / penghuni memperoleh stiker parkir. Sedangkan untuk tamu disediakan area parkir khusus yang terpisah. Apabila tempat parkir yang dikelola cukup luas, badan pengelola dapat juga menyerahkan pengelolaannya kepada pihak luar untuk alasan efisiensi.

Penanggulangan Kebakaran

Bangunan apartemen yang baik umumnya menyediakan berbagai peralatan dan upaya untuk menanggulangi kebakaran, meliputi :
  • Smoke detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
  • Heat detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
  • Sprinkle, untuk memadamkan api di lokasi sumber api
  • Hydrant, selang air untuk memadamkan api dari jarak yang cukup jauh
  • Apar di tempat strategis dan di setiap unit
  • Tangga darurat
  • Pelatihan penggunaan apar untuk anggota sekuriti dan penghuni
  • Latihan kebakaran dan evakuasi seluruh penghuni minimal setahun sekali
<<Back 

    Apartemen Mau Disewakan Juga Bisa

    Membeli apartemen untuk disewakan merupakan salah satu alternatif untuk berinvestasi di bidang properti. Apa saja yang harus diperhatikan ?

    1. Penyewa Potensial dan Lokasi yang Disukai
    Pada umumnya, penyewa apartemen yang potensial adalah para ekspatriat, yaitu orang asing yang bekerja di Indonesia. Merekalah yang biasanya berani membayar cukup tinggi dan menyewa dalam waktu yang cukup lama. Ada ekspatriat yang tinggal sendiri dan adapula yang tinggal bersama keluarganya.
    Para ekspatriat yang bekerja dan tinggal sendiri biasanya cenderung memilih lokasi apartemen yang dekat dengan tempat kerjanya. Yang dicari umumnya lokasi di sekitar kawasan pusat bisnis atau CBD (central bisiness district). Para ekspatriat yang tinggal bersama keluarganya cenderung memilih lokasi yang dekat dengan fasilitas pendidikan anak-anaknya (international school).

    2. Furnitur dan Perabotan
    Apartemen dapat disewakan dalam keadaan kosong atau lengkap dengan furnitur dan perabotan lainnya. Hal ini sangat berkaitan dengan besarnya biaya investasi pemilik dan besarnya tarif sewa apartemen.
    Walaupun menyewakan dalam keadaan kosong, sebaiknya tetap melengkapi dengan beberapa jenis furnitur dan perabotan standar.

    3. Jangka Waktu Sewa
    Umumnya apartemen disewakan dengan jangka waktu minimal satu tahun dan dibayar di muka sepenuhnya. Namun ad juga yang menawarkan untuk jangka waktu 6 bulan, 3 bulan atau bulanan. Bahkan saat ini banyak pula sewa apartemen harian. Untuk sewa apartemen harian ini biasanya ditujukan bagi para penyewa yang membutuhkan sewa apartemen dalam waktu pendek. Misal orang dari luar kota Jakarta ada kepentingan bisnis atau berlibur di kota Jakarta. Daripada menyewa hotel, menyewa apartemen harian bisa jauh lebih hemat, karena dengan menyewa apartemen bisa dapat menampung lebih banyak misal untuk satu keluarga. Atau juga sewa apartemen harian ini ditujukan misal ada keluarga dari luar kota datang, mungkin karena rumah yang dimiliki tidak mampu menampung semua keluarga yang datang, sewa apartemen harian ini bisa menjadi alternatif.

    4. Mencari Penyewa 
    Mencari penyewa apartemen saat ini bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit. Karena permintaan dari penyewa yang cukup tinggi. Penyewa bisa saja memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, misal menggunakan search engine google. Dari hasil pencarian bisa didapatkan berbagai pilihan sewa apartemen. 

    <<Back 

    Motivasi Anda dan Solusi dari Apartemen

    Motivasi :
    ingin mendekatkat tempat tinggal dengan tempat bekerja
    Solusi :
    letaknya yang berada di tengah kota mengurangi keruwetan kota dan meringankan biaya transportasi

    Motivasi :
    enggan mengurus rumah yang besar dengan halaman yang luas saat usia pensiun
    Solusi :
    banyak apartemen dibangun menganut paham praktis dan efisien dalam tata ruang dan arsitekturnya

    Motivasi :
    Untuk investasi
    Solusi :
    nilai jualnya selalu meningkat karena mengikuti perkembanagn kemajuan kota. Ketika disewakan pun, nilainya akan tinggi sehingga modal pembelian segera kembali

    Motivasi :
    sebagai rumah kedua
    Solusi :
    suasana dan lingkungan yang berbeda dapat menjadi alternatif tempat berlibur

    Motivasi :
    ingin tinggal dengan suasana tenang, menikmati segala fasilitas tanpa repot mengurusnya
    Solusi :
    fasilitas di apartemen umumnya lengkap, memenuhi semua kebutuhan penghuni keamanan pun terjaga

    <<Back 

    Apartemen dan Gaya Hidup

    Dalam beberapa tahun terakhir, apartemen menjadi produk properti yang banyak diminati masyarakat. Terlebih lagi setelah banjir dahsyat menimpa Jakarta pada 2002 lalu, banyak orang berbondong-bondong pindah ke apartemen. Apartemen memang sedang naik daun sehingga banyak pengembang yang berlomba-lomba untuk membangun dan memasarkannya.

    Awalnya apartemen lebih dikenal sebagai tempat tinggal bagi orang asing (ekspatriat), orang kaya, atau mereka yang telah terbiasa tinggal di luar negeri. Namun sekarang ini tinggal di apartemen sudah dianggap sebagai gaya hidup, terutama bagi para eksekutif muda yang ingin hidup serba nyaman, aman, praktis, dan efisien.

    Harga tanah di pusat kota yang sudah terlalu mahal tidak memungkinkan bagi pengembang membangun perumahan / real estate. Maka solusi yang terbaik adalah membangun tempat tinggal secara vertikal dalam jumlah yang cukup banyak agar dapat dinikmati oleh banyak orang. Karena itulah umumnya di pusat kota dan tempat-tempat strategis, seperti dekat pintu tol, pusat bisnis, atau pusat kegiatan lainnya apartemen dibangun.
    Sebagai sebuah hunian yang memiliki kekhususan jika dibanding dengan hunian biasa (landed house), motivasi orang ketika membeli pun umumnya didasari pada hal-hal khusus yang dimiliki apartemen.

    <<Back